Serba Serbi Mengenai Piyama

Apakah Anda termasuk orang yang memilih memakai piyama sebelum tidur atau memakai pakaian apa pun yang tengah melekat di badan Anda? Begitu pulang dari tempat beraktifitas, Anda merasa lelah dan hanya ingin tidur. Apakah Anda memiliki waktu untuk sekedar berganti pakaian atau hanya melepas pakaian kerja Anda begitu saja? Jika Anda termasuk kategori yang pertama dan kedua, sepertinya Anda harus membaca ulasan singkat seputar piyama.

Seperti kita tahu, piyama sangat populer dikenakan oleh orang-orang terutama di musim dingin di waktu tidur. Pakaian ini sering terdiri dari dua bagian, bagian atas dan bawah. Kata piyama sendiri sebenarnya merujuk pada celana panjang longgar bertali pinggang yang biasa dikenakan oleh orang-orang Persia dan Semenanjung India. Pakaian tidur ini sangat popular di kalangan anak-anak dan wanita. Piyama sendiri awal mulanya digunakan di Eropa sejak abad pertengahan dan terinspirasi oleh gaya kostum Mesir, Asia dan India.

Piyama biasa dijual di banyak toko online atau offline. Anda bisa menemukan berbagai macam corak, dari yang lucu, anggun, kalem bahkan sexy. Dan bahan piyama juga bervariasi, dari bahan katun, satin hingga sutra. Ada pula model piyama yang seperti kimono, baju tradisional dari Jepang.

Kembali ke pertanyaan di awal tulisan, apakah Anda memakai piyama atau tidak? Beberapa ahli kesehatan dari The American Academy of Sleep Medicine, justru TIDAK MENYARANKAN memakai piyama ketika tidur. Mereka menyatakan adalah suatu kesalahan besar ketika seseorang tidur mengenakan piyama. Ada beberapa alasan mengapa mereka berpendapat demikian:

  1. Sejumlah 92% orang-orang yang memakai piyama ketika tidur mengalami kesulitan mendapatkan tidur dengan kualitas yang baik. Mereka berusaha keras mendapat apa yang disebut beauty sleep.
  2. Sisa 8% lainnya yang memilih tidur dengan tanpa piyama alias telanjang justru dapat jatuh tertidur lebih cepat. Dan ketika mereka bangun, mereka merasa lebih segar.
  3. Ketika seseorang memilih memakai piyama ketika tidur, organ bagian bawah tertutup sepanjang malam, sepanjang mereka beristirahat. Cuaca panas atau lembab bisa menyebabkan tumbuhnya jamur di organ bagian bawah mereka. Infeksi penyakit jamur mengintai ketika seseorang tidur memakai piyama. Menyeramkan, bukan?
  4. Tanpa piyama, memberi efek yang sangat signifikan bagi pasangan yang tidur. Dengan telanjang, mereka akan mendapatkan peningkatan hubungan antar pasangan. Hubungan mereka jadi lebih intim satu sama lain. Selain itu, tanpa piyama, itu berarti, para pasangan ini dapat saling memandang tubuh pasangan, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada tubuh masing-masing. Mereka dapat lebih bisa menerima keadaan tubuh masing-masing.
  5. Pemakaian piyama memang biasa dilakukan di musim dingin. Namun, tidak semua negara/ daerah memiliki temperature yang nyaman bagi tubuh ketika tidur. Temperatur yang disarankan dan akan terasa nyaman di tubuh adalah di kisaran 20 derajat Celcius atau 68 derajat Fahrenheit. Keringat sering kali sangat menggangu kualitas tidur seseorang. Oleh karena itu, tanpa piyama, Anda akan terhindar dengan masalah suhu yang meningkat. Anda tak perlu bergegas mandi di pagi hari ketika bangun tidur karena Anda merasa segar.

Jadi apakah Anda akan membuang piyama Anda begitu tahu beberapa fakta seputar piyama? Memakai piyama memang sangat menyenangkan apalagi jika bahan yang Anda pilih terasa nyaman di kulit, corak yang lucu, atau warna yang cantik, namun apakah Anda akan membuang kesempatan mendapatkan tidur berkualitas baik ketika tidur tanpa piyama?

Related Post