Pengertian afasia dan cara mengobati

Afasia merupakan gangguan pada fungsi untuk bicara yang menyebabkan adanya kerusakan
otak. Pada penderitan yang sering aalah dalam dalam memilih, merangkai kata, dan
mengartikan makna dari sebuah kalimat. Adanya keadaan yang memengaruhi keterampilan
membaca dan juga menulis. Sebagian data yang terangkum pada otak akan sulit di temukan
dan sebagian dari penderita akan kehilangan daya ingat untuk memperoleh cangkupan
informasi terkait keinginan dalam pembicaraan dari wakti ke waktu akan sangat kesulitan
nantinya. Pada gangguan ini disebutnya gangguan keterkaitan bahasa yang dapat terjadi pada
penderita ketika pada umumnya gejala ini akan mengalami kerusakan karena adanya benturan
pada otak sehingga pada bagian otak sulit untuk mengendalikan kemampuan berbahasa
dengan baik. Gangguan ini akan kehilangan banyaknya kemampuan yang dimiliki dengan
berbahasa berbagai cara dan bahkan kemampuan berbicara. Kehilangan fungsi menyebabkan
kemampuan lain yang ada kaitannya dengan kemampuan berbahasa, meliputi membaca dan
menulis. Lebih dari 20% penderita stroke yang juga mengalami afasia ketika mas stoke sembuh
secara medis.


Kerusakan pada otak yang diakibatkan Afasia dapat ditimbulkan dari keadaan, sebagai berikut:
1. Tumor otak.
Disebabkannya karena infeksi pada otak mempengaruhi sistem pengoperasian dalam berfikir
yang bisa menjadi penyakit ensefalitis atau meningitis.

2. Kerusakan pada otak yang diakibatkan adanya jatuh dari ketinggian dan bisa jadi karena
kecelakaan lalu lintas yang terjadinya benturan kerasa di kepala menyebabkan kerusakan.
Gangguan dari penyebab jaringan otak mengalami kemunduran, seperti demensia dan
penyakit Parkinson.
Pemeriksaan berdasar tingkat parahnya gangguan tersebut biasanya akan dilakukan ahli terapi
wicara dan bahasa. Semua pemeriksaan dan penanganan guna menjadikan pemeriksaan tetap
baik dan diperolehnya hasil dari usaha dari penderita yang mengikuti terapi tersebut.adanya
terapi menulis, membaca, memahami pendengaran dengan baik komunikasi fungsional, dan
ekspresi verbal.
Pada penilaian berkomunikasi guna memperoleh kosa kata yang di dapatnya yang dilakukan
secara sederhana, misalnya dengan menyebutkan benda di sekitar yang berada di dalam
tempat tersebut. Proses seperti ini layak di gunakan karena akan memunculkan kata baru
dalam ingatanya juga menanyakan nama-nama anggota keluarga maupun nama kerabat yang
diawali dengan huruf tertentu. Pada penanganan dengan pengamatan citra otak guna melihat
seberapa parah kerusakan yang terjadi di otak. Alat yang dalat digunakanialah magnetic
resonance imaging (MRI), CT scan yakni pemindaian yang dilakukan denga klise gambar.
Penanganan gangguan otak juga sangat bergantung pada faktor seperti jenis, usia, penyebab,
serta ukuran dan posisi kerusakan di otak. Penderita tersebut bisa terkena stroke dianjurkan
mengikuti terapi wicara dari ahli terapi. Tetapi jadwal diadakan secara langsung guna
meningkatkan kosa kata berbicara guna menjadi meningkatnya kemampuan berkomunikasi.
Pada terapi, penderita juga akan diajarkan cara berkomunikasi tanpa percakapan.
Pada kondisi kehilanganya kemampuan untuk berkomunikasi pada sistem jaringan yang
mengalami kerusakan. Penanganan pada hal ini memberikan satu periode untuk pengobatan
secara langsung dengan adanya tes yang dilakukan terapi membuat penderita menjadi lebih
baik secara mentalnya yang dilatih juga. Pada peranan ini terapis akan mengenalkan lagi huruf-
huruf menjadi satu lalu membuanya menjadi kata dan setelah semuanya bisa akan
dilakukannya berbicara menggunakan kalimat. Pada umumnya semua yang dilakukan terapis

akan menjadikan penderita merasa lebih baik. Pada tahap ini kondisi stroke yang sembuh
memberikan dampak buruk bagi tubuh akan terpengaruh pada gangguan tersebut. Jadi kondisi
store jika sudah sembuh selanjutnya bukan sembuh total melainkan terkena gangguan
hilangnya kemampuan tersebut menyerupai afasia.

Related Post